Saturday, July 30, 2016

Keindahan yang tersembunyi di balik bukit pergunungan kuta malaka


Galery image.Indahnya Wisata Alam Aceh.Redha Pahlefi
Air Terjun  Kuta Malaka
Indahnya Wisata Alam Aceh.com - Munkin anda pernah mendengar air terjun 7 tingkat, kawasan tersebut berada di kawasan Samahani, kecamatan Kuta Malaka, disini selain terkenal dengan keindahan air terjun 7 tingkat Samahani, Anda bisa juga menikmati keindahan gunung Bukit Barisan di atas bukit air terjunnya.

Jarak lokasi puncak Kuta Malaka ini sekitar 30 km dari Kota Banda Aceh. Sepeda motor atau jenis oofroad akan lebih cocok bila Anda menuju lokasi ini.

Awal perjalanan terasa sangat nyaman dan mulus. Jalan sepanjang 23 km dari Kota Banda Aceh menuju kawasan Samahani kecamatan Kuta Malaka sangat mulus, karena sudah beraspal hot mix. Jalan ini merupakan jalan lintas provinsi. Di sepanjang jalan ini, Anda akan di terpesona dengan  pemandangan sawah hijau yang terbentang di sekeliling kanan dan kiri jalan.
Jangan lupa untuk berhenti di simpang Desa Tumbo Baro, kecamatan Kuta Malaka. Disebelah kanan nampak jalan raya dua jalur yang panjangnya sekitar 100 meter. Ceritanya, dulu di kawasan ini mau dijadikan ibu kota Aceh Besar, namun entah alasan apa gagal terwujud.
Lewat jalan inilah lokasi menuju puncak Kuta Malaka di pegunungan Bukit Barisan dimulai. Setelah melewati Desa Lam Ara kurang lebih 1 km, Anda akan merasakan perjalanan sesungguhnya. Jalan sejauh 5 km menuju puncak Kuta Malaka masih berlapis tanah merah.
Bila tidak hujan, debu akan berserakan, dan bila hujan, jalan akan becek. Sehingga menyulitkan kendaraan Anda yang tidak di desain khusus untuk jalan ekstrem.
Sebelum sampai ke lokasi puncak, Anda harus melewati 4 anak sungai yang terhubung langsung dengan air terjun yang ada di puncak. Anak sungai yang harus Anda lintasi rata-rata sedalam 30-85 cm.
Tidak ada jembatan, mau tidak mau Anda harus melewati anak sungai tersebut. Saat melintasi anak sungai tersebut, Anda bisa merasakan adrenalin yang sangat menantang.
Setelah melewati beberapa anak sungai, Anda akan menjumpai pintu gerbang, yang tingginya 5 meter, dengan lebar 4,5 meter. Disini ada sejumlah petugas yang berjaga-jaga, dan menjual tiket masuk.
Cukup merogoh kocek Rp 10.000 per orang . Selanjutnya Anda bebas mau menikmati air terjun, menikmati puncak Kuta Malaka di atas pegunungan Bukit Barisan atau kedua-duanya.
Sebelum mendekati puncak Kuta Malaka, jalanan datar berubah menjadi menanjak dan berkelak-kelok. Anda harus berhati-hati, karena bila hujan, jalan yang masih tanah merah ini agak licin, dan bisa saja kendaraan Anda terperosok dan terjatuh.
Tantangan yang sangat menguras tenaga dan menguji adrenalin ekstrem ini akan terbayar ketika sampai di puncak, dekat pintu masuk turun menuju air terjun Kuta Malaka. Bila ingin ke air terjun, Anda harus menuruni anak tangga beton sebanyak 412  anak tangga, dan jauhnya sekitar 200 meter masuk ke dalam hutan.
Untuk menikmati keindahan di puncak bukit Kuta Malaka, dari pintu turun ke air terjun tadi, di sebelah barat ada beberapa bukit yang harus Anda daki. Di saat mendaki puncak tersebut Anda akan di sambut oleh padang rumput, jajaran bukit sabana, dan indahnya pegunungan Bukit Barisan.
Sampai di puncak Kuta Malaka, Anda akan di sambut angin sepoi-sepoi yang menghembus kencang, suara gemerisik daun, dan kicauan burung akan menyejukkan jiwa dan menentramkan Anda. Di atas puncak bukit Kuta Malaka ini Anda bisa merasakan udara segar khas bukit yang menyegarkan nafas.
Keindahan alam yang tersembunyi di atas puncak bukit Kuta Malaka Aceh Besar ini memang bak surga alam yang singgah di bumi. Siapapun yang melihatnya akan terpaku dan takjub dengan indahnya ciptaan Tuhan.
Di atas puncak bukit Kuta Malaka ini, Anda bisa melihat gugusan pegunungan Bukit Barisan yang memukau, melihat persawahan, pemukiman penduduk, dan daratan Aceh lainnya.
Di puncak Kuta Malaka, tepatnya dekat pintu gerbang turun menuju ari terjun, ada sejumlah bangunan yang sudah di bangun oleh pemerintah Kabupaten Aceh Besar, seperti tempat ibadah, toilet, dan cafetaria.
Bagi pengunjung gak usah khawatir, disini juga tersedia tempat ibadah dan tempat wudhu saja yang bisa di gunakan. Selebihnya masih dalam proses pengerjaan.
Menurut cerita, dulu pegunungan Kuta Malaka ini adalah basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Sehingga tidak ada yang kesini dan menikmati keindahan alamnya. Setelah tsunami dan konflik selesai, barulah pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai menjadikannya sebagai objek wisata andalan baru di Aceh Besar.

Wednesday, July 27, 2016

Krueng Simpo dengan air yang sejuk dan beraneka ragam cemilan



Galery Image.Redha Pahlefi. Indahnya Wisata Alam Aceh
Krueng Simpo, Aceh
Indahnya Wisata Alam Aceh.com - Krueng Simpo, merupakan potensi wisata unggulan di Kabupaten Bireuen yang ramai dikunjungi wisatawan lokal pada akhir pekan atau libur nasional. Keramaian terlihat jelas di obyek wisata yang terletak persis di pinggiran jalan Negara Bireuen-Takengon, tepatnya KM 20, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Lokasi parkir lumayan padat meskipun waktu baru menunjukkan pukul 10.00 tak hanya kendaraan pribadi roda dua dan empat, puluhan angkutan umum tampak bersandar rapi di barisan parkir yang berada kurang dari seratus meter dengan aliran sungai.

Tak kalah menariknya, keramaian pedagang menjajakan aneka makanan maupun minuman tertentu, telah memadati pinggiran bantaran Krueng Shimpo. Dilengkapi kursi dan meja untuk melayani pembeli, tampilan warna-warna mencolok kian menambah aksen tersendiri yang menimbulkan rasa nyaman bagi wisatawan berkunjung.

Penuturan Amir, seorang pedagang mi, keramaian obyek wisata Krueng Simpo mulai berdenyut kembali beberapa tahun terakhir. Tenggelam karena konflik Aceh, kini banyak pedagang menggantungkan harapannya dari berjualan di sana. “Sebelum konflik, Krueng Shimpo memang sudah menjadi obyek wisata, lalu terbenam karena konflik dan ramai kembali setelah perdamaian Aceh dirintis di Helsinki,” ungkap Amir diplomatis.

Diakuinya, cuaca sejuk dan bersahabat di obyek wisata ini disukai banyak orang untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga maupun kerabat. “Ditambah letaknya yang strategis di pinggiran jalan negara membuat Krueng Simpo hidup setiap saat,” tambah lelaki berpostur tegap itu.

Kesejukan dan kejernihan air sungai memang ditawarkan Krueng Simpo. Sehingga banyak peminat yang menjatuhkan pilihan wisatanya ke tempat ini untuk bersantai sejenak. 

Diakuinya, keberadaan Krueng Simpo sejak lama menjadi obyek wisata yang terpelihara bagi masyarakat Bireuen sehingga dikenal. Kendati tak ada perubahan signifikan dari fasilitas yang disediakan, Rohani mengaku dibukanya kembali obyek wisata ini sudah cukup memuaskan dahaga wisatawan yang ingin menikmati pemandangan pada hari libur.

Monday, July 25, 2016

Keindahan Pantai Lhoknga Menjadi Tempat Peselancar Tingkat International dan kegiatan Lainnya



Galery Image. Redha Pahlefi.Indahnya Wisata Alam Aceh
Fasilitas Di Pantar Lhok Nga 


Galery Image. Redha Pahlefi.Indahnya Wisata Alam Aceh
Para peselancar sedang memainkan keahliannya  
Secara administratif, Pantai Lampuuk berada di Kecamatan Lhoknga, sehingga sebenarnya sedikit ambigu membedakan antara Pantai Lampuuk dan Pantai Lhoknga. Akan tetapi, umumnya orang-orang disana memberi sebutan 'Pantai Lhoknga' untuk daerah di belakang Lapangan Golf Lhoknga hingga ke taman tepi laut setelah Komplek Pabrik Semen Andalas.

Adapun sebutan Pantai Lampuuk dikhususkan untuk ruas pantai yang membentang dari Babah Satu hingga Babah Empat. Meskipun posisi kedua pantai ini berdekatan, tetapi keduanya memiliki keunggulan masing-masing.

Jika kini pantai Lampuuk identik dengan rekreasi Banana Boat dan kuliner ikan bakarnya, maka Pantai Lhoknga lebih dikenal dengan lapangan Golf, aktivitas Surfing dan memancing. Khusus untuk selancar, ombak Pantai Lhoknga yang besar dan garang telah terkenal di kalangan komunitas selancar internasional.

Umumnya, para peselancar mengenal ada dua tipe ombak berbeda di bulan-bulan tertentu di Lampuuk. Bulan Juni hingga November di saat musim angin Barat terkenal dengan ombak pantainya (beach break), sedangkan di bulan Desember hingga Mei saat angin Timur berhembus terkenal dengan ombak karangnya (reef break).

Para peselancar pun mengenal ada lima titik ombak yang bisa dinaiki peselancar di Lampuuk. Yang pertama adalah 'Left Hander Point', yaitu ombak kiri yang berjarak 300 meter dari bibir pantai yang amat cocok bagi mereka yang baru mengenal selancar.

Kedua adalah 'Cemara Right Point', yaitu ombak kanan berjarak sekitar 300 meter dari pantai. Kedua titik ini menjadi titik favorit bagi para peselancar asal Negeri Sakura Jepang.

Selanjutnya, 'Peak Point' yaitu ombak kanan dan kiri yang berjarak 300 meter dari pantai. Arusnya yang kuat membuat para peselancar harus lebih berhati-hati disini.

Seorang peselancar lokal yang tewas ketika Tsunami 2004 bernama Suri diabadikan menjadi nama titik keempat, yaitu 'Suri Point' yang berjarak 200 meter dari pantai. Semasa hidupnya, Suri adalah spesialis di titik ini. Terakhir, 'Out Side Right Hander' yaitu Ombak kanan yang berjarak 500 meter dari pantai yang memiliki arus kuat dan berbahaya.

Pantai dengan jarak kurang lebih 22 kilometer dari Banda Aceh ini juga menjadi spot yang bagus untuk menikmati matahari terbenam. Suasana sore hari di Lhoknga terasa lebih sunyi dan damai.

Untuk Anda yang baru menjadi pengantin baru dan ingin mencari tempat untuk berbulan madu, Pantai Lhoknga bisa menjadi alternatif mencari tempat yang romantis. Berada di pantai ini sambil ditemani angin laut di sore hari dan cahaya langit yang mulai temaram membuat suasana terasa romantis

Objek Wisata Yang Tersembunyi di Hutan Belantara Kota Jantho


Galery image. Redha Pahlefi.Indahnya Wisata Alam Aceh
Kota Jantho, Jalan Menuju Air Terjun Peucari

Indahnya Wisata Alam Aceh.com - Di belantara Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, terdapat air terjun yang masih jarang terjamah, yakni Air Terjun Peucari. Keindahan alam di belantara Jantho ini perpaduan antara air terjun berair jernih, udara sekitar segar, dan naungan pepohonan rimbun yang hijau.

Air Terjun Peucari terletak di tengah hutan Jantho, berjarak sekitar 60 kilometer atau 1 jam perjalanan menggunakan mobil ke arah selatan dari Banda Aceh. Lokasi itu dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi. Kendaraan umum hanya melayani rute dari Banda Aceh ke pusat kota Jantho.

Dari pusat kota, pengunjung masih harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer ke Gampong (Kampung) Bueng, Kecamatan Jantho, yang menjadi pintu masuk ke lokasi air terjun. Tidak ada kendaraan umum yang melayani rute dari pusat kota Jantho ke Bueng.

Sebelum menuju ke Air Terjun Peucari, pengunjung harus melapor terlebih dahulu kepada kelompok pemuda setempat. Lokasi air terjun di dalam hutan dan jauh dari perkampungan membuat warga setempat mewajibkan pengunjung harus didampingi pemuda setempat.

Itu dilakukan untuk mengantisipasi agar pengunjung tidak tersesat atau terjadi perbuatan yang tidak diinginkan. Pengunjung pun wajib membayar Rp 200.000 per kelompok (maksimal 10 orang) kepada pendamping per kunjungan.
Galery image. Redha Pahlefi.Indahnya Wisata Alam Aceh
Pemndangan Air Terjun Peucai, Jantho
Nantinya, pengunjung harus berjalan kaki selama 2 jam melalui jalur sekitar 5 kilometer dari Gampong Beung ke dalam hutan. Banyak pengalaman yang bisa dirasakan pengunjung selama perjalanan menuju air terjun itu. Pengunjung dapat merasakan pengalaman melawan arus Sungai (Krueng) Jantho.

Ketika berjalan menyusuri sungai melawan arus, tubuh terasa rileks karena kaki merasakan kombinasi dinginnya air yang jernih, tarikan arus, dan tekstur batu-batu koral.

Pengunjung pun dapat merasakan pengalaman menyusuri hutan Jantho. Hutan ini bagian dari kawasan lindung. Pengunjung dapat pula merasakan tenteramnya berada di bawah pohon-pohon rimbun nan hijau dan tenangnya mendengar suara burung bernyanyi di antara ranting pepohonan.

Setelah menguras energi berjalan kaki melewati delapan alur sungai dan ribuan pohon, pengunjung tiba di satu tanjakan. Lelah menghantui ketika akan melalui tanjakan itu. Namun, di balik tanjakan, Air Terjun Peucari sudah menanti.

Setelah sekitar 50 meter melewati tanjakan, tibalah pengunjung di hadapan air terjun. Suara gemercik menjadi penanda awal bahwa pengunjung sudah tiba di lokasi air terjun tersebut. Menoleh ke kanan, pengunjung pun akan melihat air terjun yang bertingkat-tingkat. Itulah Air Terjun Peucari yang dicari.

Sunday, July 24, 2016

Air Terjun Lhoong yang sering ramai pengunjung, Adem dan Penuh dengan Daun Hijau


Galery image. Redha Pahlefi.Indahnya Wisata Alam Aceh
Air Terjun Lhoong Aceh Besar
Indahnya Wisata Alam Aceh.com - Desiran air yang mengair dari bebatuan dan sembilir angin yang berhembus di antara pepohonan yang mejulang tinggi menambah keasrian objek wisata air terjun di Desa Krueng Kala, Kacamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar.


Galery image. Redha Pahlefi.Indahnya Wisata Alam Aceh
Keceriaan Dibawah Desiran Air
Saban harinya, terutama pada hari Sabtu dan Minggu tempat yang berlokasi sekitar 55 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh tersebut kerapkali dikunjungi ratusan bahkan ribuan masyarakat dari Banda Aceh dan Aceh Besar, bahkan ada juga yang sengaja datang dari Lamno, Kabupaten Aceh Jaya.

Selain memiliki kolam pemandian yang luas dan dalam, para pengunjung yang datang juga dapat menikmati pemandangan hijau dan suguhan makanan dan minuman dari sejumlah warung yang dikelola warga setempat dengan harga yang relatif murah.

Dan bagi pengunjung yang merasa penasaran dengan sumber aliran air terjun yang terdapat di puncak gunung dapat menelusurinya dengan mendaki sejumlah tangga yang terjal. Namun untuk hal yang satu ini hanya diperbolehkan bagi kaum lelaki saja, sesuai yang dituliskan pengelola objek wisata di pintu tangga.

“Pengkhususan jalur naik ke atas bagi laki-laki ini bertujuan untuk menghindari terjadinya berbagai hal-hal yang bertentangan dengan Syariat Islam, terlebih di sana hutannya sangat lebat dan jauh dari jangakauan mata kita,” kata warga setempat, Risman.

Air terjun Lhong juga menyimpan berjuta sumber daya alam yang berguna bagi manusia, salah satunya adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) oleh PT Cola-Cola dengan memanfaatkan arus air sebagai daya utama yang dapat mecukupi kebutuhan listrik ke seluruh desa setempat.

Meskipun pada masa konflik, objek wisata ini sempat ditinggalkan dan tidak terurus, namun kini wisata air terjun Lhong mulai kembali dilirik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara serta lingkungannya pun semakin tertata rapi dan bersih.

“Pada masa konflik, daerah ini termasuk kawasan yang sangat rawan bahkan menjadi zona hitam. Jadi wajar saja kalau dulu wisata air terjun Lhong ini jarang diketahui oleh masyarakat.


“Memang jalan Banda Aceh – Meulaboh saat ini masih dalam proses pembangunan, tapi meski demikian jarak tempuh menuju ke sini masih bisa dilalui dengan kendaraan bermotor dan hanya memakan waktu 1 jam dari Kota Banda Aceh.

Jadi bagi anda yang menyukai objek wisata alam, tidak ada salahnya untuk mencoba mengunjungi air terjun Lhong, Aceh Besar guna menikmati panorama alam yang natural lelah penat selama bekerja mungkin akan sirna seketika anda tiba di sana

Saturday, July 23, 2016

Keindahan Pantai Lhok Mee yang Tumbuh Pohon dalam Air dan Pasir yang Berwarna Putih

Galery Image. Redha Pahlefi.Indahnya Wisata Alam Aceh
Pantai Lhok Mee Dengan Phon di Dalam Air dan Pasir yang Putih 

Indahnya Wisata Alam Aceh.com - Di dekat Kota Banda Aceh, ada banyak pilihan tempat wisata untuk mengisi hari libur atau hanya sekedar menghilangkan penak dan menghilangkan lelah saat bekerja. Selain menikmati sensasi pemandian air panas Ie Suum yang juga berada di satu kawasan, Pantai Lhok Mee patut Anda datangi.
Pantai Lhok Mee yang terkenal dengan pantai pasir putih dan pohon dalam air ini terletak di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Pantai Lhok Mee hanya berjarak 2 km dari pelabuhan Malahayati, atau 40 km dari Kota Banda Aceh.
Dari Kota Banda Aceh, Anda bisa menuju Pantai Lhok Mee di mulai dari bundaran Simpang Mesra. Beloklah ke kiri menuju jembatan Krueng Cut dan mulai memasuki Jalan Laksamana Keumala Hayati yang mengarah ke Pelabuhan Malahayati.
Di sepanjang perjalanan, Anda akan dimanjakan dengan suguhan pemandangan alam yang memukau, menatap birunya lautan lepas, dan hijaunya perbukitan. Maklum di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Malahayati ini, banyak sekali tempat destinasi wisata yang akan Anda lewati.
Di antaranya Pantai Ujong Batee, Pantai Ladong, Benteng Indraparta, Pemandian Air Panas Ie Suum, Benteng Inong Balee dan Makam Pahlawan Malahayati. Selain itu, sebelum sampai di Lhok Mee, sedikit melewati Pelabuhan Malahayati Anda bisa menikmati keindahan Bukit Suharto.
Buukit ini bernama bukit Suharto karena semasa memimpin, penguasa Orde Baru ini ikut menggagas penghijauan bukit tersebut. Di atas Bukit Suharto Anda bisa melihat birunya lautan lepas, melihat Pelabuhan Malahayati dari atas, melihat kapal-kapal besar, boat-boat nelayan, dan bila lagi musimnya Anda bisa memetik buah jamblang yang tumbuh subur di kiri kanan jalan.
Dengan kecepatan 60-70 Km/Jam atau sekitar 35 menit mengendarai kendaraan, Anda sudah sampai di Pantai Pasir Putih Lhok Mee Aceh Besar. Pantai Pasir Putih Lhok Mee ini tersembunyi di perbukitan Bukit Suharto.
Menuruni Bukit Suharto, di sebelah kiri jalan Anda akan melihat gerbang masuk ke Pantai Lhok Mee. Terlihat beberapa pemuda yang menjaga dan menyuruh Anda untuk mengambil tiket masuk. Cukup merogoh kocek Rp 5000, Anda sudah bisa masuk dan menikmati sepuasnya keindahan Pantai Lhok Mee.
“Kebanyakan pantai di Aceh Besar tampak indah dengan deretan pohon cemaranya, maka di pantai pasir putih Lhok Mee ini sedikit berbeda, karena kita bisa menyaksikan keindahan pohon yang tumbuh berjejer di dalam permukaan laut, warga Indrapuri Aceh Besar yang juga ikut menikmati keindahan Pantai Lhok Mee.
Galery Image. Redha Pahlefi.Indahnya Wisata Alam Aceh
Pohon Geurumbang di Pantai Lhok Mee
Warga disekitar menyebut pohon ini “Geurumbang”. Pohon geurumbang ini tumbuh pada ketinggian air sekitar 1-2 meter, dan ini hanya terlihat bila air laut sedang pasang. Bila air laut sedang turun, airnya hanya tinggal sebatas tumit.
Jadi Anda bisa menaiki pohon ini, dan jangan lupa membawa pancing, karena memancing dan duduk di atas pohon ini mempunyai sensasi tersendiri.
Anda bisa berenang sambil menikmati ombak laut yang pecah dengan indah di bibir pantai. Bagi Anda yang mencintai snorkeling, Pantai Lhok Mee juga menyuguhkan terumbu karang dan ikan yang indah.
Menikmati Lhok Mee dengan hamparan pasir berwarna putih yang mengikuti garis lurus pantai. Di samping itu, pasir putih pantai Lhok Mee juga menggoda karena selain warna putihnya, jika dirasakan atau dipegang pasirnya terasa halus.
Jangan kuatir bila Anda tidak membawa bekal apapun atau lapar saat berada di Pantai Pasir Putih Lhok Mee, karena layaknya sebuah tempat objek wisata, Pantai Lhok Mee juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung.
Terdapat deretan warung ikan bakar yang dibangun menghadap laut dengan menu beragam. Pecinta kopi juga dapat menikmati kopi di warung-warung di pantai ini. Juga ada kelapa muda, mie rebus dan makanan lainnya.
Bangunan pondok yang ada di warung penjajal makanan ini bisa Anda gunakan untuk beristirahat, menyantap makanan, dan merebahkan tubuh. Tiupan angin pantai yang sejuk menambah kenikmatan saat berteduh sambil melihat ke arah pantai yang mempesona.

Friday, July 22, 2016

Pantai Ujong Blang Bireuen Cocok Juga Untuk Terapi Pernafasan dan Berlibur



Galery image.Redha Pahlefi. Indahnya Wisata Alam Aceh
Ramainya Pengunjung di Pantai Ujong Blang Bireuen


Indahnya Wisata Alam Aceh.com - Pantai Ujong Blang dan Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen merupakan obyek wisata yang dapat menjadi alternatif bagi anda yang ingin menikmati suasana pantai.

Pantai ini akan sangat ramai dikunjungi masyarakat di akhir pekan seperti hari Minggu, karena selain wisatawan dari daerah lain, masyarakat Bireuen juga datang ke pantai untuk menghirup udara pantai yang merupakan terapi untuk pernafasan.

Tidak jauh berbeda dari daerah lain, kawasan Ujong Blang dan Kuala Raja mencoba mengembangkan pariwisata bahari di sektor pantainya termasuk kawasan agrobisnis pertanian dan buah.

Ombaknya yang cukup besar menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan daerah.
Pemandangan pantai yang khas dan aktifitas nelayan kawasan itu juga menjadi daya tarik tersendiri dan memberikan pemandangan indah untuk dinikmati di pantai Ujong Blang.

Selain pantainya, objek wisata yang ditawarkan di Ujong Blang dan Kuala Raja Bireuen adalah wisata pertanian.
Pantai yang terkenal dengan alam pertanian itu menawarkan hasil kebun petani, dapat menjadi wisata buah dan sayuran bagi wisatawan yang berminat.

Karena lahan areal sawah yang membentang sekitar pantai membuat suasana lebih nyaman, apalagi patani berhasil memanfaatkan lahan itu untuk bercocok tanam semangka yang dapat dinikmati kesegaran buah samangka untuk masyarakat yang datang.

Ujong Blang dan kawasan Kuala Raja memiliki potensi lebih di bidang pertanian semangka, karena struktur tanah yang mendukung inilah membuat semangka banyak ditanam di daerah ini.

Jadi para wisatawan dapat langsung menikmati segarnya buah samangka yang ditanam oleh masyarakat sekitar pantai.

Menurutnya, selama ini yang datang berlibur ke Ujong Blang kebanyakan warga dari dataran tinggi Goyo, baik dari Bener Meriah dan Aceh Tengah serta dari Lhokseumawe, tak kecuali wrag seputar kota Bireuen. 

Tak hanya saat musim buah semangka, para pendatang juga bisa membeli sayuran saat petani sedang memetiknya di kubun dan sawahnya dengan harga terjangkau dengan kwalitas yang masih segar.

Maka jangan heran, memasuki sepanjang jalan Ujong Blang, Kuala Bireuen terlihat deretan gubuk penuh dengan buah samangka yang siap jual kepada peminat yang melintas kawasan itu.

Sebab daerah ini penghasil semangka yang ditanam oleh petani setempat, tak hanya semangka yang dapat dipilih langsung di sepanjang jalan ke pantai Ujong Blang, ada juga sayur daun bayam, daun bawang, sawi serta daun kangkung.

Pantai Ujong Blang dan Kuala Raja terletak arah utara kota Bireuen. Kedua pantai ini yang jaraknya saling berdekatan ini merupakan objek wisata yang begitu indah dan menawan dengan kondisi pantai yang masih begitu alami. 

Lokasi Pantai Ujong Blang dan Kuala Raja, Kecamatan Kuala hanya ditempuh sekitar 4 kilometer dari pusat Kota Bireuen.

Pengunjung dapat dengan leluasa bermain dan bersantai sambil menikmati debur ombak serta emilir angin yang membuat anda merasa puas ditambah dengan mencicipi buah semangka yang manis. 

Nah untuk para wisatawan yang hobi berwisata pantai tidak ada salahnya untuk mengunjungi Pantai Ujong Blang dan Kuala Raja Bireuen sebagai salah satu tempat tujuan anda. Selamat berlibur.

Objek Wisata Ujong Pancu Yang Cocok Untuk Mancing dan Menikmati Keindahan Alam

Galeri image. Redha Pahlefi. Indahnya Wisata Alam Aceh
Pantai Ujong Pancu Peukan Bada Banda Aceh
 Indahnya Wisata Alam Aceh. com - Objek Wisata Pantai Ujong Pancu Aceh, Ujong Pancu adalah nama dari salah stau pantai yang terletak di kota Banda Aceh, tepatnya berada di kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Akses jalan untuk menuju pantai ini sudah diberikan fasilitas yang mencukupi sehingga memungkinkan dari pengunjung untuk datang ke lokasi dengan lebih mudah.

Pantai Ujoeng ini menjadi salah satu pantai yang banyak dikunjungi oleh wisatawan karena memiliki daya tarik yang kuat. Daya tarik yang pertama dari pantai Ujong Pancu ini adalah karena keberadaan geologis pantai ini. pantai ini terletak di sebuah kawasan yang dapat dikatakan sebagai kawasan yang menakjubkan. Pantai ini terletak di kaki gunung namun juga merupakan sebuah kawasan pinggir pantai. Dengan kombinasi dari dua bentang alam inilah yang membuat keindahan dari pantai ini.

Pantai ini menjadi primadona bagi para pemancing. Lokasi yang menakjubkan, pantai yang landai, adanya beberapa bebatuan besar dan juga tidak adanya ombak yang terlalu besar menjadi sangat memungkinkannya tempat ini untuk dijadikan sebagai lokasi pemancingan.

Daya tarik yang lain dapat dinikmati dari pengunjung pantai yang tak suka akan kegiatan memancing. Di kawasan lain pantai terdapat gunung yang tak terlelu tinggi. Dengan jalan yang sudah dibuat sedemikian rupa yaitu berupa jalan tangga yang terbuat dari seman akan memungkinkan untuk melakukan pendakian.

Di atas gunung adalah berupa makam dari seorang Ulama Aceh yang bernama Syeikh Hamzah Fansuri. Keramaian pengunjung di lokasi ini dapat dilihat pada hari Jumat di mana kebanyakan pengunjung adalah untuk berziarah ke malam ulama ini.

Selain sebagai objek wisata, kawasan dari pantai ini juga digunakan sebagai Kawasan Konservasi Laur Daerah (KKLD) dari kota Aceh Besar. Di sana dilakukan upaya untuk memelihara Mangrove dan juga Terumbu Karang.

Sebelum bencana tsunami meluluhlantakan Aceh dan juga termasuk kawasan pantai ini, lokasinya sudah menjadi sebuah kawasan yang sangat hijau dan dipenuhi dengan hutan mangrove yang juga luas. Saat ini setelah tsunami, semua pihak berupaya untuk mewujudkan kembali cita-cita menjadikan pantai Ujong Pancu ini sebagai hutan mangrove dan juga untuk menyelamatkan terumbu karang.

Thursday, July 21, 2016

Batee Iliek, Objek Wisata yang Selalu Ramai Pengunjung, Tidak Kalah Dengan Objek Wisata Lainnya

















Galery image. Redha Pahlefi. Indahnya Wisata Alam Aceh
Pengunjung Objek Wisata Batee Iliek, Bireuen





Indahnya Wisata Alam Aceh.com -
 Bagi Anda yang pernah mengunjungi Aceh, pernah dengar Batee Iliek? Jika belum saatnya Anda berkunjung ke sana, karena tempat ini sedang naik daun. Sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Batee Iliek, sebagai seorang Aceh tentu sudah kenal dengan nama ini. Meski banyak yang belum tahu di mana dan seperti apa tempat wisata ini, namun namanya sudah cukup populer di kalangan Masyarakat Aceh. Bukan hanya di wilayah utara dan timur saja, bahkan sampai ke Aceh Besar, Tengah, Barat dan Selatan.

Tempat ini populer lantaran adanya drama musical dan lawak Aceh yang acapkali menyebut nama Batee Iliek dalam dialognya. "Eumphang Breueuh" adalah Salah satu serial drama yang membuat banyak orang mengetahui dan familiar dengan nama ini. Begitu juga yang saya rasakan, hingga suatu saat berkesempatan mendatanginya.Karena saking populernya nama Batee Iliek, saban hari selalu ada pengunjung yang datang. Tempat wisata ini memang digandrungi oleh banyak kalangan, terutama kawula muda, namun tak jarang juga para orang tua menjadikan Batee Iliek sebagai tempat berekreasi bersama keluarga.

Kesempatan mengunjunginya datang saat kegiatan KKN Univesitas Syiah Kuala sedang berlangsung. Ribuan mahasiwa ditempatkan di Pidie Jaya. Ketika tak ada program KKN yang dilakukan, saat itulah banyak mahasiswa yang mencari tempat membuang suntuk selama 30 hari di desa ia ditempatkan.

Batee Iliek terletak tak jauh dari gapura selamat datang di Kabupaten Bireun. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Pidie Jaya ini terkenal dengan ikan bandeng yang melimpah, sehingga tidak heran setiap diadakan pesta menu dengan hidangan bandeng selalu gampang ditemui. 
 Kawasan wisata Batee Iliek bisa dilihat langsung dari jalan nasional, karena posisinya memang berada di jalan lintas Banda Aceh - Medan, Tepatnya di Kecamatan Samalanga.  Mudahnya akses menjadikan sebagai tempat yang sering dikunjungi manusia-manusia yang haus akan hiburan.

Setelah mengunjunginya, ternyata Batee Iliek adalah sebuah aliran sungai yang dipenuhi banyak bongkahan batu-batu besar, inilah yang menjadi daya tariknya. Sedikit ke hilir batu-batunya memang lebih sedikit jika dibandingkan dengan di hulu. Saat menyambanginya, banyak terlihat pengunjung di sana, baik turis lokal maupun mancanegara.

Sampai di sini, silahkan pilih saja di mana tempat yang menurut anda cocok. Di kawasan Batee Iliek banyat berdiri warung dan pondok-pondok bagi pengunjung. semua view nya menghadap ke arah sungai. Posisinya tepat berada di bantaran sungai. 
Galery image. Redha Pahlefi. Indahnya Wisata Alam Aceh
Jangan Lupa Mencicipi Rujak Aceh di Objek Wisata Batee Iliek 
Setiap saat di sungai yang bermuara ke Selat Malaka ini selalu ada orang yang mandi dan berendam, karena memang kondisi airnya sangat bening dan sejuk. Batee Iliek sangat cocok didatangi ketika cuaca panas. Pada hari biasa objek wisata yang satu ini selalu didatangi pengunjung, apalagi pada hari Minggu, hari libur atau hari raya, pengunjung akan membludak.
Saat berkesempatan ke sini, saya diajak Iskandar, seorang pemuda gampong (desa). Kami memilih menyusuri sungai hingga lumayan jauh ke hulu. Katanya di hulu pemandangannya akan lebih menarik, tetapi untuk aksesnya memang lebih sulit. Ternyata benar saja, di sini bongkahan batu-batu besar berdiri tegak dan memenuhi seisi aliran sungai.
Sensasi alami memang pasti ditawarkan di Batee Iliek. Sambil menikmati mie Aceh misalnya, pengunjung akan ditemani gemercik-gemercik air yang melewati celah batu. Jadi jika anda ke Pidie Jaya atau Bireuen, Batee Iliek merupakan tempat yang wajib Anda kunjungi di Aceh.

Tempat Wisata Terbaru,Indahnya Waduk Rajui - Sigli Aceh


Galery Image.Redha Pahlefi.
Waduek Rajui merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi bagi masyarakat sekitar terutama kaum remaja. Nama tempat itu, “Rajui”. Tempat yang di bangun pada tahun 2010 dan selesai dikerjakan pada tahun 2012 
Indahnya Wisata Alam Aceh.com-Waduek Rajui Itu tidak asing lagi dimata masyarakat terutama di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Gambar tersebut merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi bagi masyarakat sekitar terutama kaum remaja. Nama tempat itu, “Rajui”. Tempat yang di bangun pada tahun 2010 dan selesai dikerjakan pada tahun 2012 lalu, bertujuan sebagai tempat penampungan air–bendungan–untuk dialiri ke sawah-sawah petani.
Waduk tersebut merupakan tipe bendungan urugan homogen yang mampu menampung air genangan sebesar 2.673.450,63 m3, luas genangan mencapai 33,60 Hektare, tinggi bendungan 41,20 m dan air yang mengalir ke bendungan itu bersumber dari Krueng Rajui dan Alu Tanjong, Kecamatan Padang Tiji dengan aliran 0,160-2,176 m3/detik.
Waduk Rajui ini sebagai pendukung program swasembada pangan di Kabupaten Pidie. Waduk senilai Rp. 99,2 Milyar didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2010 yang diperkirakan dapat mengairi 1.000 Hektare areal sawah di Kecamatan Padang Tiji, Batee dan sekitarnya.
Tapi hingga kini, belum dioperasikan karena masih menjalani masa running test yang merupakan salah satu syarat untuk operasional sebuah waduk yang berukuran besar. Pengoperasian Waduk Rajui nantinya akan di bawah kendali Dinas Sumber Daya Air, Provinsi Aceh dan dibawah pengawasan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) I di Banda Aceh, sedangkan Kabupaten Pidie hanya sebagai lokasi waduk.

Subhanallah, Indahnya Kota Takengon Dari Bukit Pantan Terong, Dataran Tinggi Gayo,Aceh Tengah


Galery image.Redha Pahlefi.Wisata Alam
Pemandangan Bukit Pantan Terong Dari Ketinggian
Indahnya Wisata Alam Aceh - Takengon, Subhanallah, itulah kata-kata yang pertama saya ucapkan ketika tiba di Puncak bukit Pantan Terong. Pantan Terong merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di Kabupaten Aceh Tengah. Pantan Terong adalah sebuah bukit yang terletak di puncak bukit dataran tinggi gayo. Dari tempat ini kita bisa melihat keindahan Kota Takengon, Danau Laut Tawar secara keseluruhan, lapangan pacuan kuda di kecamatan Pegasing, Ibukota Bener Meriah yang dulunya adalah bagian dari kota Takengon, bandara udara Rembele dari atas, dengan diapit serta dikelilingi punggung gunung bukit barisan yang elok nan indah.
Pantan Terong ini cukup sering dikunjungi wisatawan karena selain pemandangan pantainya yang indah, pantai ini juga memiliki tempat untuk dijadikan lokasi terbang layang (gantole). Pantan Terong ini juga tersedia beberapa fasilitas pendukung lainnya untuk wisatawan seperti mushola, rumah panggung dan juga cafe. Untuk biaya masuk ke area ini cukup murah yaitu hanya Rp 2000 per orangnya, karena biaya itu dikutip untuk menjaga keindahan alam sekitar di area pantan Terong ini.


Galery image.Redha Pahlefi.Wisata Alam
Taman Diatas Bukit Pantan Teronng

Wilayah Kabupaten Aceh Tengah dengan Ibukotanya Takengon memiliki luas wilayah mencapai 4.318,39 km yang terbagi menjadi 14 Kecamatan. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Bireun di sebelah utara, Kabupaten Gayo Lues di sebelah selatan, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Pidie dan Kabupaten Nagan Raya di sebelah barat serta Kabupaten Aceh Timur di sebelah Timur. Pantan Terong terletak di kecamatan Bebesan, 7.5 km dari kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
Jalan menuju tempat wisata ini sangat bagus, jadi anda tidak perlu khawatir bila ingin mengunjungi temapt wisata ini. Namun sayang untuk menuju akses puncak Pantan Terong anda harus membawa kendaraan pribadi baik mobil maupun sepeda motor. Selain itu kondisi kendaraan anda harus benar-benar dalam keadaan baik, karena terdapat beberapa tanjakan yang terjal. Jadi siapkan kendaraan anda dalam keadaan prima untuk kenyamanan anda dalam menempuh perjalanan ke Pantan Terong ini.
Setelah anda mencapai puncak Pantan Terong ini anda dapat menikmati keindahan seluruh Kota Takengon dari atas puncak Pantan Terong ini sambil berfoto ria seperti yang saya lakukan bersama-sama dengan teman-teman saya. Dengan wajah penuh senyum dan ekspresi yang bahagia, camdig dan camera handphone pun mengabadikan momen di Puncak Pantan Terong ini.

Keindahan Pantai Lampuuk Setelah Diterjang Tsunami Tahun 2004



Galery image. Redha Pahlefi. Wisata Alam
Pantai Lampuuk Masih Ramai Pengunjung 
Indahnya Wisata Alam Aceh.com - Pantai Lampuuk merupakan salah satu primadona wisata Aceh Besar sebelum terjadi tsunami tahun 2004. Pantai ini selalu ramai dengan pengunjung, baik dari Banda Aceh, Melaboh, atau daerah-daerah lainnya. Dengan pasir putih dan pepohonan pinus yang rindang, tempat ini menjadi tempat yang ideal untuk melepas kepenatan.

Saat terjadinya tsunami, pantai yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari Banda Aceh ini termasuk yang mengalami kerusakan cukup parah. Hotel-hotel yang berada di tepi pantai dan pemukiman penduduk di sekitarnya hancur dihempas gelombang besar.

Lebih dari separuh penduduk Lampuuk meninggal dalam bencana tersebut. Trauma terhadap ancaman tsunami membuat masyarakat enggan untuk datang ke pantai ini, selain karena banyaknya pohon pinus yang tumbang dan puing-puing sisa tsunami. Hal ini sempat membuat pantai ini tertutup untuk aktivitas pariwisata.

Akan tetapi, secara berangsur pantai ini pun kembali pulih. Kurang lebih setahun setelah tsunami, aktivitas pariwisata di pantai ini pun kembali ramai. Dalam proses rehabilitas dan rekonstruksi pasca tsunami, pengelolaan Pantai Lampuuk diintegrasikan dengan beberapa objek wisata lainnya di Aceh, seperti Pulau Weh, Danau Laut Tawar, dan Dataran Tinggi Takengon.

Hal ini berpengaruh positif terhadap upaya mengembalikan citra Pantai Lampuuk sebagai primadona wisata Aceh. Tidak hanya wisatawan lokal, banyaknya aktivis NGO dan relawan asing yang singgah untuk berwisata pantai, terutama selancar, juga ikut mendongkrak popularitas pantai ini. Saat ini, wisata Pantai Lampuuk bisa dikatakan sudah pulih seperti sebelum terjadinya tsunami.

Ada empat jalur masuk yang bisa dilalui oleh para pengunjung untuk menuju ruas pantai yang berbeda, yaitu Babah Satu, Babah Dua, Babah Tiga, dan Babah Empat. Masing-masing pintu masuk dinamai berurutan sesuai posisinya, dari yang paling selatan ke yang paling utara.

Jalur yang banyak dilalui para pengunjung lokal umumnya adalah Babah Satu dan Babah Dua. Turis asing biasanya datang dari jalur Babah Tiga. Lokasi ini biasanya digunakan untuk kegiatan surfing atau sekadar bersantai menikmati liburan musim panas.

Seiring dengan perbaikan yang dilakukan, pantai ini pun telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pariwisata, seperti banana boat. Bagi pengunjung yang ingin bermalam, tersedia pula berbagai penginapan dari kelas losmen hingga cottage yang tarifnya variatif sesuai dengan pelayanan dan fasilitas yang diinginkan.
Galery image. Redha Pahlefi. Wisata Alam
Rumah yang Terdapat di Tebing Pantai Lampuuk
Selain itu, di sisi pantai, pengunjung yang ingin mengisi perut juga dapat dengan mudah menemukan kios-kios penjaja menu seafood. Kios-kios ini menawarkan berbagai hidangan ikan bakar, seperti ikan rambe, kerapu, bawal, udang, cumi, dan lainnya. Seafood bakar nan lezat ini cocok dinikmati sebagai hidangan saat berkumpul bersama keluarga atau teman. Lebih lengkap dilengkapi dengan es kelapa muda yang segar.

Aktivitas lain yang bisa dilakukan ketika berkunjung ke pantai ini adalah mengunjungi konservasi penyu. Terletak di Babah Dua, konservasi penyu dapat menjadi wahana edukasi kepada anak-anak mengenai pelestarian lingkungan.

Meskipun aktivitas massal seputar konservasi penyu hanya dilakukan pada saat-saat tertentu, pengunjung dapat menemukan sejumlah tukik atau anak penyu yang ditampung di kolam kecil di salah satu sisi area ini. Tukik ini akan dilepas ke laut ketika mereka dianggap sudah cukup mampu bertahan di alam lepas

Wednesday, July 20, 2016

Keindahan dibalik Pantai Kuala Raja



Galery image. Redha Pahlefi.Wisata Alam
Pantai Kuala Raja, Bireuen
Tempat Wisata.com Bagi kamu yang berada di seputaran Kota Bireuen pastinya gak asing lagi dengan Pantai Kuala Raja, apalagi kamu yang suka dengan destinasi wisata alam. Pastinya lagi kamu sering berakhir pekan kesini, ataupun sekedar cuci mata saat sore tiba.

Kuala Raja merupakan sebuah desa dalam Kabupaten Bireuen yang dekat dengan pesisir. Untuk menempuh kesana juga gak ada kesulitan. Jarak Kuala Raja dengan Kota Bireuen hanya 3-4 Km atau butuh waktu 15 menit perjalanan.

Dalam perjalanan ke Kuala Raja kamu akan mendapati jalan yang berlobang, walau dekat dengan aktifitas Pemerintahan Kabupaten Bireuen tetap saja jalan ke Kuala Raja seperti tak tersentuh pembangunan, jika musim hujan seperti kolam ikan. Kamu diharapkan hati-hati saja, biar gak terperosok ke lobang yang sama nantinya.

Memasuki Gampong Kuala Raja kamu akan mendapati pos pengutipan biaya masuk. Cuma Rp 2.000 kamu akan bisa menikmati pemandangan laut yang luar biasa. Jika kamu suka memancing, boleh juga bergabung dengan rekan pancing mania disana yang rela berterik-terik matahari. Jika kamu butuh umpan pancing-pun disana sudah disediakan, kamu tinggal bawa uang saja.

Memasuki Tahun 2016 ini, Pantai Kuala Raja sudah banyak perubahan pembangunannya. Sudah tersedia tempat duduk yang nyaman, parkir yang aman, hingga wahana bermain anak lengkap disediakan. Pokoknya kamu akan betah berlama-lama disana. Tapi jangan lupa pulang ya, karena jam tutup aktifitas di pantai Kuala Raja dibatasi hingga jam 18.00 sore.
Galery image. Redha Pahlefi.Wisata Alam
                                             Bangkai Kapal Nek Musa                                                
Akhir pekan atau hari Libur lainnya adalah waktu yang ramai di Pantai Kuala Raja. Banyak keluarga yang datang untuk makan bersama, atau muda-mudi yang hanya sekedar menikmati aroma pantai sambil minum sebotol air mineral dan sepiring Mie Aceh dengan sangat meusaneut.

Dan jika kamu pemburu sunset, kamu tidak salahnya ke sini. Kamu akan mendapati sunset yang elok di penghujung hari. Jangan lupa bawa kamera ataupun Smartphone yang kualitas kameranya istimewa, biar kamu gak kehilangan moment sunset yang memesona.