Saturday, August 13, 2016

Danau Laut Tawar, Bagaikan Hamparan Permadani Berwarna Biru dan Rumahnya Satwa Langka

Galeri Image.Indahnya Wisata Alam Aceh.Redha Pahlefi
Suasana Laut Tawar Dari Ketinggian

Indahnya Wisata Alam Aceh.com - Danau Laut Tawar, itulah nama yang diberikan suku asli Gayo buat danau seluas 5472 hektar ini. Danau Laut Tawar ibarat hamparan permadani berwarna biru kalo kamu lewat di atasnya dengan naik pesawat, mirip seperti sisa-sisa air laut yang terjebak di daratan saat terjadi badai besar ribuan tahun silam.

Belom jelas kenapa danau yang berada di Kota Takengon, Aceh Tengah, Propinsi Aceh ini dinamakan Danau Laut Tawar. Mungkin karena sangat luas kayak laut tapi airnya nggak asin alias tawar, dan di sini juga ngga ada ombak atau pasang surut seperti di laut. Tapi beberapa waktu lalu kabarnya sebuah tornado kecil sempat melintas di Danau Laut Tawar dan sempat bikin geger warga sekitar.

Danau Laut Tawar rumah satwa langka
 
Kalo cuaca lagi bagus dan berkabut, kamu bisa melihat betapa mempesonanya danau berair kebiruan ini. Sambil menikmati gemericik suara air yang mendamaikan, layangkan pandanganmu di sekitar Danau Laut Tawar buat mengamati barisan pegunungan yang mengelilinginya. Pegunungan yang berdiri kokoh itu ditumbuhi hutan yang cukup terpelihara dan belum dijamah oleh tangan manusia. Konon sejumlah satwa langka seperti trenggiling, landak, siamang, kijang, kucing hutan dan harimau masih tinggal di sana.

Galeri Image.Indahnya Wisata Alam Aceh.Redha Pahlefi
Trenggiling
Selain kita bersantai di tepi Danau Laut Tawar sambil menikmati secangkir Kopi Gayo yang legendaris, kamu bisa pake waktumu buat mengelilingi Danau Laut Tawar dengan naik perahu motor, bersepeda (ada rental sepeda di sekitar danau) atau memancing. Siapa tau kamu bisa dapet ikan depik, satwa air endemik yang menghuni Danau Laut Tawar. Ikan depik mirip kayak ikan teri, tubuhnya mungil dan berwarna-warni. 

Di bulan Agustus kayak gini ikan depik akan muncul dari persembunyiannya di perairan Danau Laut Tawar yang menjorok ke Gunung Kelieten.

No comments:

Post a Comment